Mau Jadi Trader Saham ? Lihat Aturan Mainnya

Mau Jadi Trader Saham ? Lihat Aturan Mainnya

Mau Jadi Trader Saham ? Lihat Aturan MainnyaSaham dapat menjadi pilihan alternatif untuk melakukan Investasi. Lewat aktivitas Trading Saham, disana anda bisa menjadi investor di berbagai jenis perusahaan.

Head of Research RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya mengatakan, sebelum membeli saham dan melakukan trading, sebaiknya cari informasi terlebih dahulu seperti apa valuasi dan resiko di dalamnya.

Dalam membeli saham, diperlukan analisis yang matang. Informasi ini bisa anda dapatkan dengan cara menelusuri atau mencari tau profil perusahaan dengan menggali informasi terpercaya dan di dapat pula dari sumber yang terpercaya.

“Kita lihat perusahaan nya, apakah terpercaya, dan kita harus tahu apa yang kita beli sampai kita mau trading. Kita harus tahu, kalau bisa cari saham-saham yang fundamentalnya yang bagus,” Ujar Andrey.

READ  Beberapa Investasi Populer Dan Menguntungkan Di Indonesia

Cara mengatasi fundamental saham semuanya bisa dilakukan sendiri dengan membaca dan mencermati laporan keuangan perusahaan, laporan tahunan, aksi perusahaan, ataupun publick expose dari setiap perusahaan.

Semua itu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai valuasi saham.

Tujuan analisa fundamental adalah tidak hanya memilih perusahaan yang bagus, tetapi juga membeli saham perusahaan di harga yang bagus pula.

“Kalau misalnya tiba-tiba saham perusahaan jatuh, tapi profil perusahaan itu bagus, kita akan cenerung tahan dulu atau pada saat bagus banget, disaat itu kita beli,” Jelas Andrey.

Tidak seperti value investing untuk waktu jangka panjang, Trading saham hanya berjangka waktu singkat. Oleh karena itu, biasanya para trader saham tidak mengharapkan dividen.

READ  Beberpa langkah membangun bisnis dimasa pandemi

Dalam melakukan trading saham, Andrey menyarankan untuk bisa membeli saham-saham dari perusahaan lapis kedua dan ketiga. Untuk memudahkan trading saham, sebaiknya membeli saham di satu perusahaan saja.

“Trading di satu saham bisa cukup. karena kalau perusahaannya bagus, kita masuk keluarnya (jual belinya) melihat harga pergerakan saham harian,” Tuturnya.

Menjadi trader saham, kata Andrey juga perlu meluangkan waktu banyak, karena harus melihat harga saham per tiap jam, bahkan tiap menit. Analisis ini bisa disebut sebagai analisis teknikal.

Analisis teknikal biasanya untuk melihat seperti apa volume harian saham tersebut. Disaat voleume pembeian saham harian naik dan ada indikasi chart harga saham naik, disitu waktu yang tepat untuk menjual saham kata Andrey.

READ  Tips dan Cara Membangun Bisnis Properti untuk Pemula

Meski demikian, Trader saham juga perlu memiliki acuan harga, sehingga nantinya tidak asal beli atau ikut kata orang. Karena para trader yang biasanya sudah punya acuan harga saham yang pantas.

Mereka akan tahu dan bisa untuk membeli atau menjual saham tersebut. Acuan harga yang solid bisa lebih mudah menentukan, apakah akan beli, jual, atau tidak melakukan apapun.

Dalam menentukan acuan harga, cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan relative valuation atau membandingkan saham perusahaan dengan saham perusahaan lain yang sama jenisnya.

Indikator yang dapat digunakan dalam relative valuation yaitu dengan PBV (Price to book value) atau juga dengan menggunakan indikator Price Earning Ratio (PER).

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *