Roket china
Jatuhnya roket china di samudra hindia

Serpihan Roket China Jatuh Di Samudra Hindia

13 views

Promosikartukredit.com – Sahabat promosikartukkredit.com kali ini kita dikabarkan bahwa san ya ada sebuah kabar yang mengataan bahwa ada puing-puing cina yang telah jatuh di Samudra Hindia, silahkan simak ceritanya di bawah ini.

Badan Antariksa China mengatakan bahwa puing-puing roket China telah jatuh ke Bumi, dan hancur di Samudera Hindia. Seperti dikutip dari BBC, sebagian besar roket hancur selama kembali ke Bumi, tetapi bagian lainnya mendarat di lokasi 72,4 derajat bujur timur dan 2,65 derajat utara.

Disebutkan bahwa roket tersebut mendarat di sebelah barat Maladewa. Media pemerintah China menyampaikan bahwa bagian dari roket tersebut masuk kembali ke atmosfer pukul 10.24 waktu Beijing, pada hari Minggu (9/5/2021).

Sebelumnya, situs pelacakan AS dan Eropa telah memantau jatuhnya Long March-5b yang tidak terkendali ini. “Mengkonfirmasi Long March-5b China masuk kembali ke atas Semenanjung Arab. Tidak diketahui apakah puing-puing itu berdampak pada tanah atau air,” kata Komando Luar Angkasa AS.

Adapun sebelum roket masuk kembali ke Bumi, muncul kekhawatiran puing-puingnya bisa jatuh di daerah yang tidak berpenghuni. Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan, China telah lalai dalam membiarkan roket jatuh dari orbit. Dengan berat 18 ton, roket ini menjadi salah satu item terbesar dalam beberapa dekade yang masuk tanpa arah ke atmosfer.

Melansir CNN, roket dengan tinggi sekitar 108 kaki dan berat hampir 40.000 pon telah diluncurkan pada 29 April 2021. Segmen utama dari roket Long March-5b meluncurkan modul pertama stasiun luar angkasa baru China.

Setelah bahan bakar habis, roket ini dibiarkan meluncur di luar angkasa tanpa terkendali, sampai gravitasi bumi menyeretnya kembali ke tanah. Secara umum, komunitas luar angkasa internasional berusaha menghindari skenario seperti ini.

Kebanyakan roket yang digunakan untuk mengangkat satelit dan objek lain ke luar angkasa melakukan re-entry yang lebih terkontrol dengan mengarah ke laut, atau roket tertinggal dalam apa yang disebut orbit kuburan, yang membuat roket tetap berada di luar angkasa selama beberapa dekade atau abad.

“Tapi roket Long March dirancang sedemikian rupa sehingga meninggalkan tahapan besar ini dalam orbit rendah,” kata Jonathan McDowell, astrofisikawan di Pusat Astrofisika di Universitas Harvard. Dalam hal ini, tidak mungkin untuk memastikan secara pasti terkait waktu dan lokasi booster akan mendarat.

Perkiraan zona risiko Badan Antariksa Eropa telah memperkirakan zona risiko yang mencakup setiap bagian permukaan bumi, yakni hampir semua Amerika di selatan New York, seluruh Afrika dan Australia, sebagian Asia selatan Jepang dan Eropa Spanyol, Portugal, Italia dan Yunani.

Roket itu merupakan salah satu objek terbesar yang menghantam Bumi setelah jatuh dari orbit. Terlepas dari upaya yang baru-baru ini dilakukan untuk mengatur dan memitigasi puing-puing ruang angkasa dengan lebih baik, orbit Bumi dipenuhi dengan ratusan ribu potongan sampah yang tidak terkendali, yang sebagian besar berukuran lebih kecil dari 10 sentimeter.

Objek terus-menerus jatuh dari orbit, meski sebagian besar bagian terbakar di atmosfer bumi sebelum sempat menabrak permukaan. Namun, bagian dari objek yang lebih besar seperti roket Long March, dapat bertahan masuk kembali ke Bumi, serta mengancam bangunan dan orang di darat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Roket China Jatuh di Samudera Hindia,
Penulis : Mela Arnani
Editor : Rendika Ferri Kurniawan

Gallery for Serpihan Roket China Jatuh Di Samudra Hindia

Leave a Reply

Your email address will not be published.